Beranda > Info > Fenomena Wikileaks

Fenomena Wikileaks

10 Desember 2010

Hmm… Wikileaks beberapa minggu ini sudah sangat akrab ditelinga kita karena mereka dengan beraninya membocorkan kurang lebih 250.000 dokumen rahasia milik negara adikuasa AS…

Alhasil, Wikileaks pun di “tendang” dari Amazon.com yang selama ini jadi tempat “nongkrong” DNS nya Wikileaks.org dikarenakan Wikileaks dianggap tidak mematuhi peraturan Amazon.com yaitu menyebarkan konten tapi Wikileaks tidak mempunyai hak atas konten tersebut.

Setelah di “tendang” mereka pun berpindah ke server Perancis OVH, yakni provider internet terbesar di Perancis sekaligus terbesar ke dua di wilayah Eropa.

Tak hanya itu saja mereka pun mulai dijauhi oleh perusahaan-perusahaan yang tidak ingin dianggap mendukung Wikileaks, akan tetapi Wikileaks tidak sendirian mereka pun menggalang bantuan

“WikiLeaks saat ini sedang dalam serangan besar. Untuk membuat mustahil usaha menghapus WikiLeaks sepenuhnya dari internet, kami butuh bantuan Anda, Jika Anda memiliki server berbasis unix yang hosting website di internet dan Anda ingin memberikan WikiLeaks sebagian dari sumber hosting Anda, maka Anda dapat membantu,”

kira-kira begitulah isi himbauan kepada masyarakat dunia maya untuk membantu mereka, dan usaha mereka tidak sia-sia 355 mirror telah siap untuk membentengi wikileaks.

 

Setelah beberapa lama para dedemit dunia maya yang menamakan diri mereka Anonymous menyerang situs MasterCard dan Visa dengan serangan DDos (distributed denial-of-service) sehingga situs MasteCard dan Visa tidak bisa diakses / menjadi lambat untuk merespon permintaan pengguna.

Serangan DoS (bahasa Inggris: denial-of-service attacks‘) adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.

Dalam sebuah serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk mencegah akses seorang pengguna terhadap sistem atau jaringan dengan menggunakan beberapa cara, yakni sebagai berikut:

  • Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini disebut sebagai traffic flooding.
  • Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut sebagai request flooding.
  • Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan kliennya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap komponen dan server.

dan kini  Wikileaks punya 1368 mirror yang disediakan oleh simpatisannya di seluruh dunia! Sangat mencengangkan!!!

Wikileaks, sebagai sebuah fenomena, adalah jelas menggugah semangat dari komunitas underground. Manifesto Nurani Hacker yang untuk kali pertama dimuat oleh majalah Phrack edisi 25 September 1986, secara jelas melantangkan protes:

“…..kalian membohongi kami dan mencoba meyakinkan kami bahwa semua itu demi kebaikan kami, tetap saja kami yang disebut kriminal. Kejahatanku adalah rasa keingintahuanku. Kejahatanku adalah karena menilai orang lain dari apa yang mereka katakan dan pikirkan, bukan pada penampilan mereka. You may stop this individual, but you can’t stop us all…..”

Kategori:Info
%d blogger menyukai ini: